Entri Populer

Sandiaga Uno : Terjadinya Asian Games Di Jakarta Bisa Menjadi Kesempatan Untuk Membangun Infrastruktur Jakarta

Sandiaga Uno : Terjadinya Asian Games Di Jakarta Bisa Menjadi Kesempatan Untuk Membangun Infrastruktur Jakarta


Mydetikcom - Wakil gubernur terpilih DKI Jakarta,Sandiaga Uno menekankan bahwa Pemprov DKI di bawah kepemimpinannya nanti, harus memanfaatkan momentum Asian Games 2018 untuk pembangun infrastruktur Jakarta.

Menurut Sandiaga, dua pekerjaan rumahnya bersama Anies saat menjabat yakni membangun infrastruktur dan mengintegrasikan moda transportasi di Ibu Kota.

"Asian Games 2018 menjadi momentum kami untuk bangun infrastruktur, semua dibangun mulai dari kereta bandara, LRT, ini momentum kami merapikan dengan baik," kata Sandiaga, di Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta Selatan.

Sandiaga mengatakan Jakarta bisa belajar dari Seoul, Korea Selatan, yang pada dekade 80-an belum terbangun. Namun karena ada penyelenggaraan Asian Games dan Asian Olympic, Seoul kini menjadi salah satu kota terbaik di Asia.

Menurut Sandiaga, kendaraan pribadi seharusnya mulai ditinggalkan. Dia ingin banyak warga mulai berjalan kaki di trotoar yang dipercantik.

"Salah kalau orang Jakarta dibilang malas jalan kaki, kalau di mal buktinya senang jalan-jalan," ujar Sandiaga.

Masifnya pembangunan infrastruktur di Jakarta, menurut Sandiaga, juga dapat membuka banyak lapangan pekerjaan. Sandiaga berjanji meneruskan seluruh proyek pembanguann yang sudah dicanangkan sebelum dia menjabat.

"Kami akan fokus infrastruktur yang berorientasi untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat Jakarta tercinta ," kata Sandi Mydetikcom.


Ahok : paslon kok jadi tukang fitnah

ahok-paslon-kok-jadi-tukang-fitnah

Mydetikcom - Basuki Thajaja Purnama atau Ahok, Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut pemilihan dua membantah dirinya telah meniru program OK-Otrip milik pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta no urut pemilihan tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Diketahui sebelumnya pihak PT Transjakarta telah menyepakati nota kesepahaman dengan Koperasi Wahana Kalpika ( KWK ) untuk melakukan integrasi. angkot akan dipergunakan untuk mengumpan bagi bus Transjakarta.

"Itu benar benar mereka ( Anies - Sandi ) telah memfitnah, apa enggak ada program ya", ujar Ahok di Kawasan Koja, Jakarta Utara, Jumat ( 24/3/17).

Dirinya juga menjelaskan, integrasi antara moda transportasi massal yang satu dengan yang lainnya telah sesuai dengan undang undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan angkutan jalan.

Berdasarkan aturan itu, kata Ahok, semua bus dari yang kecil akan dihilangkan menjadi angkutan pengumpan.selain itu, lanjut Ahok, dirinya menjelaskan program integrasi Transjakarta dan KWK sudah direncanakan sejak tahun 2012 lalu.

"Pas dirinya belum ingin jadi gubernur saja, aturannya sudah keluar pada tahun 2012. jadi ini siapa yang nyontek siapa", kata Ahok.

Sebelumnya Anies Baswedan mengatakan bahwa program integrasi Transjakarta dengan KWK sangat mirip dengan idenya yang akan membuat angkutan umum massal di Jakarta terintegrasi.

"Ya kan warga Jakarta bisa menilai siapa yang pernah berbicara integrasi duluan siapa yang tidak, bedanya memang kami masih menjadi calon aja", kata Anies di Lebak Bulus Dalam II, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu ( 22/3/17).

Program Ok-Otrip merupakan milik Anies-Sandi. program tersebut mengintegrasi Transjakarta dengan angkutan kota. warga yang berada di di pelosol kampung yang ada di Jakarta akan dapat ke pusat kota dengan hanya membayar Rp 5 ribu saja.

Menurut Anies, ide integrasi tersebut agar para warga dapat beralih menggunakan angkutan umum massal. dengan di ikuti ide yang dirancang dirinya, kata Anies, telah menandakan jika programnya sangat bagus.

"Wong baru kampanye aja lawannya sudah mau meniru. coba saja dibayangkan, kami sih bersyukur karena pengakuan kebaikan sebuah gagasan itu dapat di kutip, di adopsi saat ditiru itu sebenarnya yang paling ekslusif", kata Anies.(Mydetikcom)


Masa jabatan akan berakhir, DPR diminta segera melaksanakan uji kelayakan dan kepatuhan calon anggota KPU dan Bawaslu baru

masa-jabatan-akan-berakhir-dpr-diminta-segera-melaksanakan-uji-kelayakan-dan-kepatuhan-calon-anggota-kpu-dan-bawaslu-baru

Mydetikcom - Tanggal 12 April 2017 adalah terakhir masa jabatan anggota KPU ( Komisi Pemilihan Umum ) dan Bawaslu ( Badan Pengawas Pemilu ) periode 2012-2017. namun Komisi II DPR RI masih belum juga melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon anggota KPU dan Bawaslu periode 2017-2022.

"Padahal telah ada 14 calon anggota KPU dan 10 nama Calon anggota Bawaslu periode 2017-2022 yang telah diserahkan oleh Presiden Jokowi kepada DPR RI pada pertengahan Februari 2017 yang lalu", kata Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk pemilu dan demokrasi ( Perludem ) Titi Anggraini melalui keterangan tertulis, Jumat ( 10/3/17).

Dirinya juga menambahkan, mengingat telah banyaknya agenda politik dan pemilu yang akan dihadapi, Komisi II DPR RI seharusnya sudah segera melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon anggota KPU dan Bawaslu.

Hal ini di karenakan adanya transisi dan keberlanjutan kelembagaan Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) dan Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) yang merupakan salah satu kunci sukses dan tantangan agar pemilu pada 2019 yang akan diselengarakan secara serentak untuk pertama kalinya berjalan dengan jujur dan adil serta demokratis.

Karena hal itulah Komisi II DPR harus menjadikan uji kalayakan dan kepatutan ini menjadi satu prioritas yang paling utama untuk segera diselesaikan.

Jika tidak, maka anggota KPU an Bawaslu periode 2017-2022 akan mengalami kesulitan di dalam hal transisi bila proses uji kelayakan dan kepatutan dinilai sangat berhimpitan dengan tenggat waktu berakhirnya masa jabatan anggota KPU dan bawaslu periode 2012-2017 pada 12 April 2017 mendatang.

"Apalagi secara teknis tidak ada hal yang akan menghambat Komisi II DPR RI untuk dapat segera melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan kepada calon anggota KPU dan Bawaslu", lanjut dia.(Mydetikcom)


Sandiaga bangga dan klaim banyak warga yang ingin ikut program rumah DP 0.


sandiaga-bangga-dan-klaim-banyak-warga-yang-ingin-ikut-program-rumah-dp-0

Mydetikcom - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan no pemilihan tiga, Sandiaga Uno mengakui bahwa dirinya telah menentukan lokasi lahan yang akan dipergunakan untuk program rumah tanpa down payment ( DP ) jika dirinya nanti memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017.

Lahan tersebut menurutnya merupakan lahan milik pemerintah provinsi DKI Jakarta, namun saat ditanya keberadaan lahan itu. dirinya terlihat enggan menyebutkan lokasi pasti lahan tersebut karena sejumlah pertimbangan.

"Bahwa tanahnya itu merupakan tanah yang ada di dalamlingkungan prmprov DKI, tapi belum bisa kami sebutkan karena akan dapat memunculkan spekulasi dari para spekulan tanah", ujar Sandiada di Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (25/2/17).

Dirinya juga menuturkan, sudah banyak warga yang ingin mendaftarkan dirinya untuk dapat mengikuti program rumah tanpa down payment ( DP ) tersebut. namun, program tersebut hanya baru dapat dijalankan setelah dirinya bersama dengan calon gubernurnya Anies Baswedan telah terpilih menjadi Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta untuk priode 2017-2022.

"Salah satunya rekomendasi dari legal opini itu adalah dengan menghadirkan perda. perda itu sendiri nantinya begitu kami bisa mandat dari warga Jakarta, agenda pertama untuk prioritas kami adalah memastikan perda tersebut hadir untuk bisa menjadi payung didalam program ini",ucap Sandi
Sandiaga juga memberikan bocoran, lokasi lahan yang akan dijadikan rumah tanpa down payment tersebut nantinya akan sangat strategis. sebab, lokasi itu sediri akan dilintasi oleh moda transportasi yang terintegrasi.

Rumah dengan DP 0 persen ini tempatnya dekat dengan tempat yang terintegrasi sistem transportasinya dan tentunya tanah pemda sangat banyak. ada juga tanah tanah yang bisa di intergrasikan dengan pasar", ujar Sandiaga.

Sebelumnya diketahui untuk dapat menikmati program ini, maka mekanismenya adalah masyrakat yang telah mengajukan permohonan program ini harus memenuhi syarat terlebih dahulu yaitu menabung terlebih dahulu sebesar 2.3 juta selama 6 bulang. akan tetapi tanpa adanya persyaratan didalam program ini, masyarakat berkewajiban untuk menanggung uang muka sebesar Rp.53 juta atau 15% dari harga rumah tersebut.selanjutnya masyrakat harus menanggung cicilan bulanan sebesar 2.3 juta selama 20 tahun.(Mydetikcom)


Partai PDIP akan Mengajak Partai Pengusung Lainnya Untuk Ikut Berkoalisi Mendukung Ahok-Djarot di Putaran Pilkada Kedua


Mydetikcom. Jakarta,  -- Dengan berlangsunga Pilkada DKI Hari ini, telah diketahui bahwa AHOk-Djarot yang berada pada Naungan Partai PDIP telah memenagkan Hasil Pilkada yang diselenggarakan pada hari ini(15/02/2017). Angka Perolehan Dengan Hasil Hitung cepat menunjukan Pasangan Ahok Mendominasi Urutan pertama dari ketiga calon yang melakukan ajang Pemilihan Kepala Daerah.

Hasto Mengatakahan Bahwa Untuk Saat ini mereka akan kembali membahas serta mengajak jalinan kerja sama dengan pihak partai pengusung lainnya seperti PKB, PPP dan  Juga PAN. Ungkap Beliau di Kebagusan Jakarta Selatan,Rabu (15/02/2017)

Seperti sebelummnya Dalam Pemilihan Presiden yang 2014 lalu, diketahui bahwa untuk Pasangan Jokowi-Jusuf Kalla sendiri memenangkan Pemilihan Pemilu Presiden dengan Disertai Adanya Dukungan dari Partai Koalisi lainya seperti PKB, PPP serta juga PAN. 
dan Bedanya Ketika dalam melakukan pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta, Pihak Partai Mereka saat itu ikut bergabung dalam mengusung Agus serta Sylvi.

Walaupun Halnya demikian, Pihak PDIP juga saat ini tengah mendiskusikan dan mengevaluasi kembali hasil Pilkada yang telah diselenggarakan pada hari ini. Dimana, pihak PDIP akan melakukan sejumlah perbaikan serta pengadaan strategi lainnya dalam memenagkan kemali AHOK-Djarot pada Pilkada DKI di putaran kedua nanti menghadapi Anies-Sandiaga. dengan nomor urut 3 tersebut, Ujar Hasto Menambahkan.

" Disini Kami akan membagun yang namanya strategi kepercayaan, Walau Banyak Hambatan yang datang menghadang, Namun Pihak Kami tetap optimis, Bahwa Rakyat memiliki harapan serta telah memberikan kesempatannya kembali kepada Basuki-Djarot dalam membuktikan kembali memimpin Kota Jakarta saat ini, Dan dengan Modal itu kami akan terus berjuang untuk menjadi yang terbaik pada Pemilihan Daerah Putaran kedua nantinya"

Dilain Halnya Ahok juga ada menyampaikan bahwa untuk kemengangan pada perolehan hitung cepat tersebut, diyakini Beliau bahwa Masyarakat telah mendukung program kerja yang telah dia jalankan selama ini, Dan dilain hal dirinya secara Pribadi Mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dan kepercayaan masyrakat Jakarta serta para partai pendukung lainnya yang telah ikut berjuang dan masih menberikan kepercayaan kepada dirinya dalam memimpin Kota Jakarta untuk menjadi kota yang lebih baik lagi dari sebelummnya.

Dan melihat hal ini Partai Usungan PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) juga telah memberikan peluang kepada Paslon Nomor urut 2 tersebut yakni Basuki Tjahja Purnama (Ahok) -Djarot Syaiful Hidayat dalam halnya melakukan koalisi dengan pihak partai pendukung lainya, seperti partai pendukung dari pasangan calon Nomor Urut Satu AHY-Slviana Murni dalam pemilihan Putaran Pilkada yang kedua ini.

Hasto Kristiyanto selaku Sekretaris jenderal dari PDIP menuturkan bahwa untuk Pasangan Nomor urut 2 Ahok-Djarot sendiri juga sama halnya dengan Presiden Joko Widodo dan juga Jusuf Kalla dimana keduanya sama-sama memilki kharisma dan relawan pendukung yang hampir berimbang popularitasnya.


Prabowo : Asalkan Anies-Sandiaga Menang Dalam Pilkada, Saya Siap Menjadi Calon Presiden 2019

Mydetikcom.blogspot.com

Mydetikcom. Jakarta Sikap Pernyataan dari Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra dinilai cukup dini dalam menyatakan kesiapan dirinya didalam mengikuti pemilihan presiden pada tahun 2019 nanti.

Dirinya mengatakan apabila mengiginkan dirinya untuk maju menjadi Presiden 2019 nanti maka pada pilkada DKI Jakarta nanti  patut untuk dimenangkan oleh Cagub-Cawagub Anies Baswedan - Sandiaga uno. Namun Untuk Pernyataan tersebut masih sebatas wacana saja.
 
Para Pengamat Politik Aditya Perdana dari Universitas Indonesia (UI) menanggapi bahwa sejauh ini belum ada informasi ataupun tanda-tanda khusus dari pihak terkait Prabowo untuk melangkah maju dalam ajang pemilihan Presiden untuk 2 tahun nanti.

"Perihal mengenai isu Apakah Prabowo Subianto memang akan mencalonkan diri menjadi Presiden tahun 2019? untuk saat ini belum ada jawaban yang bisa membenarkan isue ataupun  indikasi mengenai pemberitaan tersebut. Namun Disini saya melihat pada Pilpres nanti akan bisa terdeteksi di awal tahun 2018". Ungkap Aditya Minggu (05/02/2017).

Menurut tanggapan dia untuk saat ini kalangan politik  sedang menunggu dan tentunya membaca setiap kemungkinan yang ada, apakah nantinya akan mendukung dan berkoalisi kepada Joko Widodo atau mungkin sebaliknya.

 "Disini kalau diamati, masih terlalu sangat dini untuk dapat memberikan penilaian serta kesimpulan apakah pihak Prabowo akan melangkah di putaran pilpres 2019, Imbuh Dia.

Pada Rangka yang bersamaan Prabowo meminta puluhan ribu aktivis pedukung dari pasangan nomor urut 3 yakni Anies-Sandiaga untuk memilih dan memenangkan Mereka pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Prabowo sendiri juga mengimbuhkan dengan adanya kemenangan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Anies-Sandiaga pada Pilkada DKI tentunya akan mempengaruhi ajang pilpres 2019.

"Saudaraku sekalian, Apabila Kalian Semua Mengiginkan Saya maju menjadi Presiden pada Pencalonan tahun 2019, maka kalian haruslah memenangkan Anies dan Sandi untuk menjadi Cagub-Cawagub. Kalian Harus bekerja keras. Tegas Prabowo dalam Orasi di Lapangan Banteng pada Minggu (05/02/2017) hari ini.
Pihak Pengamat Aditya Melihat dalam keputusan untuk memenangkan Anies dan Sandiaga,ada  praktik yang bisa disebut sebagai "turun gunung" dimana untuk perolehan suara atas Anies dan juga Sandiga perolehan yang didapat tidak terlalu signifikan sehingga adanya pihak terkait dari para pusat elite untuk mengadakan turun gunung.

Dalam Hal ini Bukan saja Prabowo yang ikut dalam turun gunung tapi dari pihak pasangan calon lain juga turut didukung oleh para elite politik masing-masing.

Kira-Kira Apa Pesan Pidato dari Cagub-Cawagub AHOK-Djarot Pada #KonserGue2 ??

Mydetikcom.blogspot.com

Mydetikcom. Jakarta - Sabtu (4/02/2017) hari ini, Pasangan Cagub-cawagub Pilkada DKI Jakarta Ahok-Djarot bersama Ketua PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri mengadakan acara Pergelaran #KonserGue2 di Senayan, Jakarta Pusat. Pada acara tersebut terlihat banyak sekali  dipadati massa pendukung dari pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. 

Dalam Kesempatan acara tersebut, Ahok juga menyampaikan rasa ucapan terima kasihnya  kepada sederetan  artis yang telah ikut menggelar konser tersebut guna untuk mendukungnya. Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan bahwa dirinya didalam janji politiknya apabila dirinya terpilih dalam Pilkada DKI nanti  bersama cawagub Djarot Saiful Hidayat, maka Ahok akan mengadakan program kerja yang prorakyat.
 
Ahok juga berucap sewaktu berbicara di hadapan pendukungnya didalam kampanye akbar #KonserGue2 "Untuk 5 tahun ke depan kami  selaku cagub-cawagub akan bekerja lebih baik lagi kedepannya,  dimana kami berjanji akan memberikan yang namanya jaminan pendidikan yang layak, perumahan, kesehatan, transportasi, serta sembako yang pastinya dengan harga khusus," Imbuh Ahok sewaktu  di Senayan Golf Driving Range, Senayan, Jakarta.

Ahok juga menegaskan bahwa salah satu untuk dapat dijalankanya  program prorakyat bila para pemimpinya melakukan secara transparan, bersih dan juga profesional.Dan tanpa adanya kriteria tersebut maka usaha didalam melakukan perbaikan kota Jakarta sulit dilakukan dan bisa-bisa hanya menjadi suatu mimpi belaka untuk mengubah kota Jakarta kearah perubahan yang jauh lebih baik, terutama pastinya kehidupan para warga masyarakat yang layak.

"Disini Kami Percaya dalam memimpin sebuah Kota seperti Jakarta tentunya harus membutuhkan Pemimpin yang lurus, dan kalau saja pemimpinya lurus maka sudah bisa dipastikan bawahannya juga akan mengikut atasanya dan tidak mungkin tidak berani lurus. dan dasar dari semua itu maka dibutuhkan pemimpin yang bersih, transparant serta profesional. Dan tentu nantinya Jakarta sendiri akan terbawa kearah program yang telah diarahkan dengan baik". Ucap Ahok

Pada saat melakukan pidatonya, Ahok sendiri tidak lupa juga menyatakan ungkapan rasa terima kasihnya kepada partai politik pendukungnya. Dirinya juga mengapresiasikan atas kinerja dari para KPU, kepolisian, Bawaslu serta para pihak terkait lainnya yang telah menjaga kondisi di Jakarta secara Kondusif dan aman.

"Saya Ahok Berterima kasih kepada parpol, yang telah mendukung secara ikhlas tanpa adanya meminta balasan imbalan, dan Kami juga sangat berterima kasih kepada semua Saudara yang bukan hanya mengorbankan waktunya tetapi juga telah menyumbangmateri berupa uang untuk kampanye kami ini - terima kasih." Imbuh Ahok.

Disamping itu, Calon wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat juga mengatakan bahwa dirinya berharap agar Warga Jakarta mempergunakan hak pilihnya disaat pemungutan suara yang akan dilakukan tanggal 15 Februari mendatang. Disini saya bersama Cagub Basuki mengharapkan keikutsertaan para warga Masyarakat Jakarta agar untuk mencetak sejarah dengan kemenangan saat pilkada".

"Ayo, waktu sudah dekat tinggal sebentar lagi, maka mari kita semua melakukan usaha dalam membuat suatu sejarah di Indonesia -Jakarta ini. Jadilah salah satu bagian dari pelaku sejarah dan mari kita tunjukan  bahwa negara Pancasila ini benar-benar hadir di Jakarta, ujar Djarot ketika berbicara dipara hadapan pendukungnya dalam kampanye Akbar # konserGue2

Djarot menabahkan dalam demokrasi pada pilkada tidaklah memandang yang namanya itu SARA (suku, agama, ras dan golongan ). Karena itu semua  keputusan dari pilihan calon kepala daerah merupakan hak dari para pemilih.

AHOK : Mencalonkan Diri Menjadi Gubernur Malah di Jadikan Terdakwa, Apalagi Mencalonkan Diri Menjadi Wapres ??

Mydetikcom.blogspot.com

Mydetikcom. Jakarta- Bagaimana Tanggapan Anda Apabila AHOK (Basuki Tjahaja Purnama) Selain Mencalonkan diri sebagai Cagub tapi juga mencalonkan diri menjadi Wapres? Hal ini yang banyak dipertanyakan. Ketika AHOK Ditanyai perihal masalah ini, Sontak saja AHOK langsung tertawa perihal kemungkinan untuk mencalonkan diri menjadi wakil presiden mendampingi Presiden Jokowi pada Putaran Pilpres 2019.

AHOK menyatakan untuk saat ini dirinya sedang memfokuskan diri dalam berjuang untuk Pilada DKI Jakarta 2017 nanti, Menurut Beliau Langkah Perjalanan dirinya untuk memimpin Kota Jakarta juga sudah sulit, maka untuk kali ini dirinya enggan untuk memikirkan adanya kemungkinan dalam mencalonkan diri untuk mendampingi Presiden Joko Widodo.
 
 "Hahaha..Katanya siapa itu?? Pusing deh,untuk jadi Gubernur DKI Jakarta saja Sudah Sulit lika likunya, ehh Malah yang ada jadi Terdakwa, apalagi mau nekat jadi Wapres?" Imbuh AHOK saat ditemui di kawasan Ulujami Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (26/01/2017)


 
Untuk Sementara AHOK adalah Gubernur Non Aktif DKI Jakarta yang juga kini berstatus sebagai terdakwa terkait masalah Penistaan agama.

 Saat ini AHOK sedang menjalani proses persidangan yang diprediksikan baru akan selesai di bulan MEi 2017.

Seperti yang diketahui AHOK dituding melakukan Penistaan Agama karena telah mengutip yang namanya Surat Al-Maidah pada Ayat ke 51 sewaktu melakukan kunjungan kerja di kepulauan Seribu.
 
Dan pada Masa Pencalonan Cagub-Cawagub Pilkada Jakarta 2017 ini, Ahok kembali mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat sebagai Calon Gubernur.

Dalam Pilkada kali ini, Pihak AHOK-Djarotdengan nomor urut 2 harus bersaing dengan para lawanya Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni serta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Disini AHOK menjelaskan Bahwa dirinya perlu kembali memimpin DKI Jakarta untuk melakukan penyempurnaan dari Program yang telah dijalankan oleh Pemprov ( Pemerintah Provinsi) DKI Jakarta.

"Kita perlu 2 Periode dimana itu perihal Penanggulangan Bencana Banjir dan dalam kurun waktu 2-3 tahun saja tidak akan selesai" Ucap AHOK.

Untuk yang namanya penanggulangan Banjir oleh pihak terkait Pemprov DKI haruslah dilakukan program seperti normalisasi sungai serta saluran air.

Oleh Sebab itu, sewaktu dirinya melakukan kampanye ke daerah bantaran sungai, Pihak AHOK sekaligus meminta agara Warga bersedia nantinya apabila rumahnya digusur sama seperti halnya ketika dirimya berkampanye di bantaran Kali Pesanggrahan, Ulujami, Jakarta Selatan.

"Intinya Apabila ingin sungai dinormalisasikan ya rumah disekitar daerah bantaran wajib dibongkar. Nah Kalau rurmahnya diapungkan tentuntan saya belum menemukan cara tersebut" ungkap AHOK

Kemudian terkait masalah lainnya yang perlu dibenahi adalah tentang birokrasi pada Pemprov DKI Jakarta,
Menurut dirinya para PNS (Pegawai Negeri Sipil) haruslah siap menjadi Pelayan dari warga Ibu Kota Jakarta dengan memiliki sifat yang jujur, profesional serta transparan dimuka umum.

AHOK menambahkan Apabila dirinya kembali terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, Maka dia akan mereformasi ulang segala struktur Birokrasi yang telah ada, tentunya seperti mempromosikanpara pegawai muda yang mempunyai potensial didalam menjadi Penjabat Negara.

"Kota Jakarta harus lah seimbang seperti kota-kota lain yang ada di dunia, dan manusia itu sendiri tentunya harus bahagia, dimana Jakarta Harus manusiawi dan juga modernisasi yang membuat penuh perut, otak serta terakhir dompet para warganya" tegas AHOK



AHOK Menargetkan Pembangunan Apartemen Cicilan Murah untuk Kaum Keluarga Muda

Mydetikcom.blogspot.com

Mydetikcom. Jakarta- AHOK (Basuki Tjahaja Purnama) Selaku Calon Gubernur DKI Jakarta telah menjanjikan  pembangunan apartemen di Jakarta dengan biaya  sewa yang murah. Pembangunan Apartemen tersebut diperuntukan bagi para pekerja yang tergolong tidak mampu dimana Mereka yang saat ini memiliki tempat tinggal di Jakarta.Ahok saat dijumpai di Kediaman Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2017), Mengatakan "Di  kota besar kami sudah pantau, ada kajian sosialnya, Telah banyak dijumpai perselingkuhan karena faktor  lingkungan kerja yang cukup jauh antara tempat tinggal dengan Kantor. Coba Bila seseorang tinggal di Jakarta, kan Ada dijumpai  bus, kemudian kereta, jadi ya pada setiap area stasiun bus dan kereta akan kita lakukan  pembangunan apartemen.

Ahok sendiri mengungkapkan realisai atas program apartemen nantinya lebih mengarah kepada para keluarga muda. Dengan adanya tempat tinggal yang sudah dekat dengan areal kerja,maka Hidup bisa lebih sejahtera, Ungkap AHOK.

"Jadi Hal ini juga melihat kesisi keharmonisan sebuah Keluarga, dengan adanya Pembagunan Apartment diharapkan  pasangan suami-istri serta anaknya akan lebih banyak waktu untuk  berkumpul dan tentunya Lebih mempunyai banyak waktu untuk  beribadah. Jadi inilah Konsep Jakarta yang kami pikirkan dan akan kami rencanakan pembangunannya segera," ucapnya.

Mengapa Pembangunan dikaitkan dengan Keharmonisan Keluarga?

"Ya, Benar Zaman Sekarang ini kita lihat saja,
bahwa kehidupan pasangan muda yang sudah menikah di DKI Jakarta saat ini sangat memprihatinkan. kan waktu itu sangat penting dan kebanyakan waktu sering dihabiskan ataupun terbuang dijalanan, kadang bisa  memakan waktu kurang lebih 5 jam hanya untuk diperjalanan ketempat kerja. dan ini tentunya tidak efisien.Tidak heran lagi apabila  kualitas dari kehidupan pernikahan mereka pun akhirnya  harus dikorbankan imbuh AHOK.

Untuk Pembangunan akan dijanjikan AHOK nantinya dapat dimiliki dengan biaya cicilan yang murah, dan untuk Ukurannya akan disesuaikan dengan standard para Keluarga Muda.

Dikabarkan AHOK akan membangun Apartemen dengan Ukuran 36 dengan cicilan cuma 300 Juta. "Tidak Mampu Punya Rumah di Jakarta, maka kita akan support dengan melakukan sewa di Jakarta hingga nantinya dia mampu membeli dengan harga Modal, ujar AHOK saat dijumpai.



Berkunjung ke Kediaman BJ. Habibie, AHOK-Djarot dapat Nasehat yang Berharga

Mydetikcom.blogspot.com

Mydetikcom. -Jakarta Cagub-Cawagub DKi Jakarta AHOK (Basuki Tjahaja Purnama) - Djarot Saiful Hidayat telah melakukan kunjungan pada kediaman Mantan Presiden RI ke-3 Bapak  BJ Habibie. dari Pertemuan tersebut Djarot sendiri mengungkapkan telah banyak mendapat Petuah yang berharga dari Beliau yaitu dalam membangun Bangsa.

Djarot Berujar " Pak Habibie telah banyak memberikan wejangan perihal mengenai cara membangun bangsa dengan penuh Sinergitas. Ungkap Djarot saat ditemui di Kediaman Bapak Habibie Jl Patra Kuningan, Jakarta Selatan.(25/01/2017)

Dalam kunjungan pertemuan tersebut ada 3 Hal lainnyan yang ditekankan, dan menurut Dajrot dengan adanya unsur ke 3 hal itu maka warga Jakarta dapat sejahtera. 3 Unsur yang dimaksudkan yaitu mengenai Moral Budaya, Ilmu Pengetahuan Teknologi serta Agama. Ke-3 Hal Tersebut wajib di sinergikan secara terus menerus untuk memperbaiki struktur tatanan sosial yang telah ada.

Dari Petemuan Tersebut tidak ada Pesan khusus lainnya lagi dari Pak Habibie perihal  menjelang Pilgub DKI nantinya, Beliau hanya berpesan agar Bersabar dan tetap tersenyum dalam menghadapi segala fitnah dan tudingan yang datang menghampiri.

Dan dari Pihak AHOK sjuga membenarkan tidak ada saran ataupun pesan khusus dari Bapak Habibie terkait soal debat Pilkada ke-2 nantinya, Beliau hanya berpesan untuk tetap mencontoh pribadi yang baik dari seorang Pemimpin layaknya Bapak Soekarno dan juga Soeharto.

Inti dari Nasehat yang diberikan oleh Bapak Habibie agar kita Semua Bersatu. dan pastinya untuk Ekonomi haruslah ditekannkan  kemudian disusul dengan keadilan serta pemerataan. Dan yang Terpenting dari itu Kesampingan masalah SARA. Belajarkah dari Bung Karno rasa Nasionalisme Bangsa.
Dan Petiklah Sifat Kepemimpinan Yang Santun seperti Bapak Soeharto, Tegas Beliau.
 
AHOK juga mengatakan Kunjungan tersebut adalah pertemuan rutin yang dilakukan dan tentunya dirnya berjanji akan kembali berkunjung seusai Pilkada DKI.

Sementara diluar itu, saat Djarot Dikonfirmasi perihal hubungan antara dirinya dengan Bapak  AHOK, Djarot mengaku dirinya dalam keadaan yang baik dan tidak benar adanya hubungan keretakan diantara mereka. Itu Semua adalah suatu kebohongan yang Beredar alias HOAX, tutur Dirinya.

Dan Sewaktu dirinya ditanya soal tidak terlihatnya dirinya dengan AHOK, Djarot Mengungkapkan Bahwa Saat itu dia Sedang menjalani Perawatan di RS Mayapada, lantaran sakit Gigi jadi ya Perlu dilakukan Pengobatan. Ujarnya.

AHOK yang saat itu juga berada di lokasi yang sama, mendengar hal tersebut membuat dirinya langsung tertawa. AHOK berujar bahwa Pihaknya hanya dapat mendoakan para penyebar berita Hoax tersebut agar secepatnya Sadar. Ungkap AHOK.

Berikut ini Hasil Kutipan Pesan Berantai Berita HOAX yang Beredar Tersebut. Saat ini belum diketahuisecara Pasti darimana Berita Bohong itu Berasal.

(Source- Detik.Com)
BreakingNEWS (HOAX): Ahok dan Djarot terlibat perselisihan pendapat pagi tadi soal dana kampanye. Ahok terpancing emosi karena Djarot mewakili PDIP terus meminta uang dengan alasan kampanye door to door, padahal Ahok tahu itu tidak dilakukan oleh PDIP. Menurut sumber, Ahok melemparkan gelas dan tempat tisu ke Djarot dan sempat memukul, Beruntung dilerai oleh  pengawal pribadi kedua belah pihak. Kemudian Djarot kabarnya mengalami shock dan pingsan. Kini Djarot dirawat di rumah sakit Mayapada. Semoga beliau cepat sembuh".



Aktor Dwi Yan Menyebutkan Cagub AHOK Sosok yang Sopan dan Tegas

Mydetikcom.blogspot.com

MyDetikcom.JAKARTA- Salah Satu Aktor Senior Tanah Air yakni Dwi Yanuas Didi ketika dijumpai dalam acara Hip-Hip Hura di fX Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (21/1/2017). menyebutkan bahwasanya Salah satu Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Alias AHOK merupakan sosok yang sopan dan enak untuk diajak dalam mengobrol.
 
Dwi Yan menuturkan bahwasanya dirinya menyukai Sikap dan kepemimpinan dari Cagub nomor urut dua Gubernur DKI-AHOK, Sosok dirinya yang tegas dianggap mampu untuk memimpin Jakarta. 
 
Selama Perbincangan dengan AHOK, Dwi yan menilai AHOK oranganya asik diajak berbaur dan terlebih lagi AHOk memiliki sikap yang Sopan.
 
"Kami pernah Bertemu, dan sering. Ngobrol ya dikitlah ngobrol sembarangan, apa aja, dan ternyata orangnya asik dan enak diajak mengobrol, Sopan lagi" Ujar Dwi Yan.

Dwi Yan adalah salah satu dari Ribuan pendukung AHOK -DJAROT  dalam Pilkada pada Februari mendatang nanti.

 Adapun Alasan yang melatarbelakangi mengapa Aktor Dwi Yan Mendukung AHOK dikarenakan baginya AHOK dinilai tegas dan pastinya mampu bekerja menjadi Gubernur dalam memimpin Kota Jakarta untuk lebih baik lagi  kedepannya.

Walaupun Demikian Dwi yan tidak memungkiri bahwasanya AHOK itu juga Manusia yang pada Umumnya mungkin bukan Manusia yang Sempurna dalam hal kejujuran.
 
Mengapa demikian??

Ya tentu, Manusia ini tentunya tidak ada yang jujur seratus persen. namun mari kita lihat usaha maupun kerja keras dari calon Gubernur kita Pak AHOK.

"Ayo (Dukung AHOK) mengapa? karena AHOK terbukti bisa bekerja serta menjalani semuanya dengan tegas. Kalau jujur, ya mungkin tidak 100% jujur. Mana ada Manusia yang 100% Jujur. Perlu diketahui Tidak ada manusia yang sempurna. Untuk Jakarta pastinya beliau bisa berbeda bekerja. tutur Dwi Yan.
 
Mungkin dilain halnya banyak yang memiliki perbedaan pendapat, banyak yang tidak menyukai AHOK lantaran sikapnya yang dinilai orang cukup tegas dan kasar, namun Saya Suka itu. Karena Sikap seorang Pemimpin ya harus seperti itu Tegas dan Kasar, dan itu yang dibutuhkan Kota Jakarta ini. 

Menurut Dwi yan, Jakarta itu ya memang harus dikasarin, kalau tidak ya susah, ucap Dwi Yan. namun yang dimaksudkan Dwi Yan Sikap Kasar AHOK yang dimaksudkan bukanlah dalam hal berprilaku melainkan tutur kata berbicara. 
Walaupun demikian Dia Menyakini Bahwa Sosok AHOK itu sebenaranya adalah seseorang yang Baik.

Dwi Yan Menambahkan Kasar itu bukan yang gimananya. Kasar itu sendiri ada juga batasanya. Nah Karena orang tau maka Banyak yang mempergunakan kekasaran AHOK sebagai Bumerang bagi dirinya. lalu kita sebagai Individual haruslah cermat dalam melihat kekasaran AHOk yang dimananya. Kalau Soal ucapan artinya nggak. Orangnya Baik Kok setau saya. Ungkap Dwi Yan.


Debat Pertama Pilkada DKI Jakarta, hasil Survei AHOK - Djarot berada pada tingkat Pertama

Mydetikcom.blogspot.com

MyDetikcom.  JAKARTA - Pada Debat Pilkada DKI Jakarta petama, Calon Pasangan Cagub Cawagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Syaiful Hidayat memiliki hasil yang unggul didalam debat pertama  Pilkada DKI Jakarta yang telah digelar sebelummnya pada tanggal  13 Januari 2017.

Dalam hasil survei Populi Center didapati bahwa Calon Pasangan nomor urut 2 mendapatkan jumlah presentase yang cukup tinggi yakni 36,5 % sedangkan pada urutan kedua tertinggi di menangkan oleh pasangan nomor urut 3 yakni Anies Baswedan- Sandiaga dengan perolehan jumlah presentase sebesar 25,5% kemudian urutan ketiga selanjutnya diduduki oleh Pasangan Agus-Sylvi dengan perolehan presentase 17,8%

Nona Evita selaku peneliti dari Populi Center saat dijumpai dalam jumpa pers menyebutkan dari hasil pemantauan untuk Masyarakat DKI Jakarta yang tidak ikut menonton Debat pilkada pertama yakni sebesar 14,2%, tutur Evita dikediamannya -Jakarta, Minggu (22/01/2017).

Menurut Evita, Dari debat pilkada yang pertama, dapat dilihat bahwa Calon Pasangan Cagub Cawagub Ahok-Djarot sangat  memahami kondisi permasalahan yang sedang terjadi di Jakarta dengan jumlah presentase 44,2%, Lalu Untuk Masalah dibidang mengenai Program serta solusi presentase 37,7%, kemudian Pemaparan Visi -Misi program realisitis presentase 37,7%.

Sementara untuk Anies Baswdan-Sandiaga yang berada diposisi ke dua tadinya mendapatkan sorotan presentase atas pemahaman permasalahan Jakarta sebesar 22,3% lalu untuk Program dan solusi sebesar 26% diikuti pemaparan visi-misi program realisitis sebesar 25,8%

Sedangkan apabila dilihat dari hasil penampilan untuk yang paling unggul dimenangkan oleh Anies Baswedan - Sandiaga dengan total presentase sebesar 31,8%.

Sebaliknya Evita menuturkan bahwasanya untuk pasangan Agus-Sylvi menduduki peringkat terakhir didalam debat pilkada pertama. dan Mengenai soal pemahaman permasalahan yang di Jakarta pihak Agus-Sylvi mendaptakan presentase 15,8% ,disusul kejelasan program serta solusi sebesar 17,7%  serta penampilan dengan presentase 19,8% lalu kemudian yang terakhir pemaparan visi-misi program realisitis 17,8%

Untuk Pemahaman isu, Evita Menyebutkan Pasangan AHOK -Djarot berada pada level yang tinggi soal seputar kemiskinan 30,2%, kesenjangan sosial di presentase 32,8% lalu untuk penanggulan kemacetan 47,5% dan yang terakhir masalah transportasi publik 41,7%

Sedangkan untuk calon pasangan Anies Baswedan-Sandiaga dinilai memiliki pemahaman yang tinggi mengenai isu lapangan kerja 33,3% serta masalah pendididan sebesar 41,7%

Lalu menurut masyarakat DKI Jakarta sendiri untuk urutan yang paling rendah perihal semua konten pemahaman diduduki oleh Pasangan Agus-Sylvi. Imbuh Evita.

baca juga : Djarot : Kami Siap Dievaluasi Disini Kami Sudah Bekerja, Yang Lain masih akan dan akan

 Populi Center melakukan acara survei center tatap muka yang diselenggarakan pada tanggal 14 s/d 19 Januari 2017. Hasil survei diambil dari Besaran sampel sebanyak 600 responden yang dipilih secara acak bertingkat dengan tingkat margin of error -/+ 4% dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%

Djarot : Kami Siap Dievaluasi Disini Kami Sudah Bekerja, Yang Lain masih akan dan akan

Mydetikcom.blogspot.com

Mydetikcom. Setelah usainya Debat Cagub & Cawagub periode I yang sebelummnya diseleggarakan tanggal 13 Januari Lalu, kini akan kembali dihadirikannya lagi Debat Cagub & Cawagub DKI Jakarta yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 Januari Mendatang.

Dalam kesempatan kali ini,Cawagub DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat telah menyatakan bahwa dirinya telah siap dalam mengikuti debat pilkada tersebut.

 Adapun Tema dalam Debat kaIi nantinya yaitu mengenai Reformasi Birokrasi serta Pelayanan Publik.Djarot sendiri menyampaikan bahwasanya dirinya yakin pengalaman dirinya bersama Ahok dalam memimpin Jakarta dimana ditambah lagi dengan adanya pengalaman yang telah dia alami selama 10 tahun menjadi wali kota Blitar. tentunya akan menambah nilai plus dimana dalam kesempatan debat kali ini diprediksikan dapat dilalui dengan  baik.

 "Disini Kami sudah Bekerja. Bekerja dalam arti sudah mengerjakan. sudah 10 tahun menjabat menjadi wali kota di Blitar,sehingga nantinya untuk reformasi ataupun Birokrasi. kami sudah siap" Ungkap Djarot ketika dijumpaidi GOR Bulungan,Jakarta Selatan , Sabtu (21/01/17).

 Djarot Menambahkan bahwa dirinya siap untuk debat nantinya yang akan membahas kebijakan dari pembangunan Jakarta. Selama ini Untuk segala kebijakan Pembangunan yang telah diambil tentunya telah dirasakan oleh warga Jakarta Sendiri. 

"Untuk yang lainnya saat ini  masih akan, akan, dan akan. Tetapi Kami disini sudah tahap Bekerja Jadi dalam Arti ringkasnya, Kami Basuki(Ahok) -Djarot sudah tahap mengerjakan sehingga saat ini sudah dapat dilakukan evaluasi hasilnya. " Imbuh Djarot
"Mengenai soal Unggul atau tidaknya, disini Kami bukanlah sebagai penilai. Yang berhak menilai adalah Para warga yang sudah merasakan dan menikmati hasil tersebut. Oleh sebab itu disini kami tidak boleh mengklaim untuk menjadi lebih unggul, Karena ini bukanlah sebuah pertandingan Sepak Bola" Tegas Djarot.

Adapun Dalam Debat Kedua Cagub dan Cawagub akan diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada 27 Januari 2017 nanti.

Untuk debat Pemilihan Cagub & Cawagub DKI Jakarta dijadwalkan oleh Panitia KPU DKI Jakarta akan dilakukan  sebanyak 3 kali, yaitu pada tanggal 13 dan 27 Januari 2017, serta tanggal 10 Februari 2017.
 
 
Belajar Judi Berita Artis Terkini Kabar Terkini Jadwal Bola Hari ini Jadwal Bola Hari ini TVN24 Online Semangat NKRI Sindo Daily News Kompasindo News Analisa Berita Analisa Terkini Jendela Berita Online Lensa Berita Terkini Post Ibukota Harian Radar Post sabung ayam pw Agen sbobet penipu poker texas boya situs resmi sbobet sbobet link sbobet asia mobile sbobet casino login maxbet login situs judi online situs poker terpercaya